ALT_IMG

Selamat datang di Cakruk

Cakruk dalam bahasa Jawa berarti gardu/pos ronda. Beragam aktivitas dapat dilakukan, mulai dari wedangan, bermain catur, bermain kartu, hingga berbincang-bincang mengenai berbagai hal. Mari kita gunakan Cakruk ini sebaik-baiknya! Selengkapnya...

ALT_IMG

ekoph.com

Berisi sekumpulan tulisan Eko Prih Hartanto yang perlu anda baca Bertemakan bahasa, budaya, dan informatika. Pengin tahu lebih dekat tentang Eko PH? Klik di Sini...

Showing posts with label Ganong. Show all posts
Showing posts with label Ganong. Show all posts
06 January 2011

Mengenal Hosting dan Domain

17 komentar
Sore yang cerah, saya duduk-duduk di serambi rumah sambil menikmati secangkir teh hangat dan pisang goreng. Seperti tahu saya sedang santai, Ganong datang berkunjung.
"Selamat sore, Pakeko," sapa Ganong
"Wah, selamat sore... Mari-mari... Kok lama gak nongol,  ke mana aja nih?" tanya saya.
"Tahun baruan di kampung, Pak Bos. Baru kemarin sore pulang."
Ganong lalu duduk di kursi samping saya.
"Bu, ada Ganong ini lho... Buatkan teh!" saya berseru pada istri. Dari dalam rumah istri saya menyahut, "Ya, Pak."
Saya dan ganong ngobrol ngalor ngidul, hingga saat obrolan mengarah ke hal-hal berbau internet, ia bertanya, "Pak, domain dan hosting itu apa to?"
"Pertanyaan bagus! Kedua kata itu memang perlu kamu pahami untuk masuk dalam belantara internet. Baiklah, saya mulai dengan pengertian domain dulu."
"Domain adalah suatu nama berformat huruf, angka,dan atau simbol alamat website. Domain berfungsi sebagai pengganti format deretan angka dari alamat IP client server hosting tempat file web diletakkan agar mudah diingat dan dituliskan.
Berdasarkan yang saya baca dari Pakdhe Wikipedia, Sebuah nama domain biasanya terdiri dari dua bagian atau lebih (secara teknis disebut label), dipisahkan dengan titik.
  • Label paling kanan menyatakan top-level domain, misalkan alamat ekoph.com memiliki top-level domain com).
  • Setiap label di sebelah kirinya menyatakan sebuah sub-divisi atau subdomain dari domain yang lebih tinggi. Contohnya pada alamat ekoph.com, ekoph adalah subdomain dari  top level domain .com."
 "O... gitu ya, terus kalo hosting tu apaan, Pak?" sahut Ganong.
"Sesuai yang saya baca dalam wikipedia, hosting adalah jasa layanan internet yang menyediakan sumber daya peladen-peladen untuk disewakan sehingga memungkinkan organisasi atau individu menempatkan informasi di internet berupa HTTP, FTP, EMAIL, atau DNS.
Maksudnya, hosting adalah seperti hardisk dalam komputer, jadi tempat file-file disimpan. Misalnya, jika kamu punya blog atau website, saat kamu mengunggah tulisan, gambar, atau yang lain, file-file tersebut tersimpan dalam hosting."
"Jadi, kalau mau punya blog atau website, harus punya domain dan hosting ya?" tanya Ganong.
"Yak... betul!"
"Itu bayar?"
 "Ada yang gratis, ada yang berbayar. Di Indonesia sendiri ada beragam penyedia jasa hosting. Dari penjelasan tadi, kamu sudah paham?" lanjut saya.
"Sudah agak paham, Pak,"Sederhananya, hosting ibarat tanah kaplingan untuk membuat rumah yang berbentuk situs internet, sedangkan domain adalah alamat menuju rumah tersebut. Begitu kan pak?" tanya Ganong
"Kesimpulan yang cerdas dan gampang dicerna," kata saya.
Hari telah petang. Ganong berpamitan, "Terima kasih atas informasinya, Pak Bos!"

Referensi:

http://id.wikipedia.org/
Lanjutkan Membaca →
23 December 2010

Cerita Ganong: Metta Budaya, Kenalkan Budaya Sendiri Sedari Dini

20 komentar
Pembaca yang budiman, sebelumnya, sebagai pemilik blog ini saya menyampaikan maaf sebesar-besarnya atas kelakuan Ganong. Ternyata dia tidak menepati janjinya. Janjinya, dia mau bercerita tentang perjalanannya secara langsung, tetapi setelah perkenalan kemarin, dia merasa tidak pede untuk bercerita langsung, minder katanya. Ya sudahlah... akhirnya saya putuskan agar dia bercerita saja dan saya yang menuliskan kepada Anda. (intinya: sudut pandangnya pakai orang ketiga... hehehe...)
Berikut cerita perjalanan Ganong.
Sabtu sore, 18 Desember 2010, Ganong berjalan-jalan sore di citywalk Jln. Slamet Riyadi Solo. Sore yang mendung membuat acara jalan-jalan Ganong lebih santai. Sampai di depan kompleks Taman Sriwedari, Ganong melihat ada keramaian di Joglo Mandala Wisata Sriwedari. Ratusan anak, ibu, dan bapak ada di sana.
Karena penasaran, Ganong masuk ke Joglo lewat pintu kecil di gerbang Sriwedari. Ini karena pintu gerbang utama ditutup. Sampai di dalam areal joglo, di panggung terlihat tulisan "Apresiasi Seni Sanggar Seni Metta Budaya Surakarta". Acara apa ini?
Ganong lalu menemui salah satu panitia. Ia bertemu dengan Joko Sudiono, yang belakangan Ganong tahu bahwa ia adalah ketua Sanggar Seni Metta Budaya.
"Ini acara apa, Pak?' tanya Ganong.
"Apresiasi Seni ini adalah ajang apresiasi seni siswa Sanggar Metta Budaya dan membentuk mental anak untuk tampil di depan umum. Acara ini adalah acara rutin empat bulanan. Setelah siswa belajar satu judul tari, tari tersebut dipentaskan di sini. Intinya, pentas ini adalah pentas kenaikan tingkat untuk para siswa. Acara ini akan berlangsung dua hari, yaitu hari ini dan besok," ujar Joko.
"Berarti ini dinilai?"
"Iya, Mas. Untuk penilaian, kami mendatangkan tiga penilai, yaitu dari SMK Negeri 8, Taman Budaya Jawa Tengah (TBJT) serta Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Solo."
Ganong jadi semakin penasaran dengan Sanggar Seni ini. Melalui perbincangannya yang agak kacau, karena sang narasumber harus mengatur acara, Ganong jadi sedikit tahu tentang sanggar ini.
Sanggar Tari Metta Budaya didirikan oleh sekelompok lulusan STSI Surakarta pada tahun 1989. Semula bertempat di Prangwedanan Mangkunegaran dan sekarang di Joglo Sriwedari Surakarta. Siswa yang berlatih di sanggar ini saat ini sebanyak 250 siswa. Ada yang masih playgroup, TK, hingga SLTA. 
Kegiatan-kegiatan yang dilakukan sanggar ini antara lain:
  1. Latihan Rutin, dilaksanakan di dua tempat, yaitu di Joglo Sriwedari dan di TK Mojosongo. Di Joglo Sriwedari, latihan rutin dilaksanakan seminggu tiga kali, yaitu hari Selasa, Rabu, dan Jumat.
  2. Pementasan. Pementasan yang dilakukan antara lain pentas rutin kenaikan tingkat (seperti yang Ganong saksikan ini), pentas ulang tahun, dan pentas-pentas untuk memenuhi undangan pihak lain.
Selain diajari tari-tarian, siswa juga diajak bermain "Dolanan Anak" untuk pelestarian dolanan Jawa yang sudah jarang dimainkan anak-anak. Seperti yang telah ditampilkan dalam pentas Ulang tahun Sanggar Seni Metta Budaya yang ke-21 diadakan di Taman Balekambang Surakarta tanggal 26 September 2010.

Komentar Ganong setelah sedikit tahu tentang Metta Budaya: "Wah, hebat sanggar ini. Mampu berbuat untuk pelestarian budaya. Mulai dari dini sudah diajarkan budaya sendiri, semoga budaya kita tetap lestari."
Lalu apa komentar saya setelah mendengar cerita ganong itu?
"Walah, Nong...Nong. Kayak gitu kok diceritakan pada saya. Wong saya pas hari itu juga ada di sana. Yang pentas Tari Merak itu kan salah satunya anakku," kata saya.
"O...jadi malu aku. Kok kita gak ketemu ya?" ujar Ganong.

Lanjutkan Membaca →
17 December 2010

Ganong Mau Kenalan, Nih....

14 komentar
Perkenalkan, Nama Saya Ganong.
Beberapa hari yang lalu saya bertemu dengan Pakeko.
Setelah ngobrol ngalor ngidul, Pakeko menawari saya untuk menuliskan peerjalanan saya di blog beliau, Cakruk.

Dalam perkenalan kali ini perlu saya tegaskan bahwa kita hanya bisa bertemu di dunia maya ini.
Kita tak bisa bertemu secara offline.
Mengapa?
Karena saya hanya tokoh rekaan.

Saya diberi nama Ganong, terinspirasi dari salah satu tokoh dalam pertunjukan Reog Ponorogo, Bujang Ganong.
Bujang Ganong adalah tokoh yang lincah, energik, piawai dalam beladiri, dan lucu.
Dalam setiap pementasan Reog, Bujang Ganong selalu dinantikan penonton.

Selamat mengikuti perjalanan saya di hari-hari selanjutnya!


Lanjutkan Membaca →
Photobucket  photo doltinuku.jpg